Sistem Basis Data

Sistem Basis Data

Terdistribusi

10.1 PENDAHULUAN

T

ujuan utama di balik perkembangan sistem basis data adalah suatu keinginan untuk mengintegrasikan berbagai data-data operasional dari suatu orfanisasi dan menyediakan pengaksesan data terkontrol. Walaupun integrasi dan pengontrolan pengaksesan data akan mengimplikasikan suatu sentralisasi data dan sistem. Pada kenyataanya perkembangan jaringan komputer mengarah kepada model kerja yang desentralisasi.

Desentralisasi tersebut akan memperkenalkan struktur organisasi banyak perusahaan, yang secara logis terdistribusi ke dalam divisi-divisi, departemen-departemen, proyek-proyek, dll, dan secara fisik terdistribusi ke dalam offices (kantor-kantor), plants (bangunan-bangunan untuk pekerjaan produksi suatu perusahaan), factories (pabrikpabrik), dll., di mana masing-masing unit akan merancang dan membiayai pengolahan data mereka masing-masing.

Perkembangan sistem basis data terdistribusi akan merefleksikan dan mencerminkan struktur organisasional tersebut, membuat data diseluruh unit dapat diakses dengan baik, dan menyimpan data-data penting dan sering digunakan ke tempat-tempat yang paling sring digunakan dan mudah ditemukan, serta meningkatkan kemampuan data untuk digunakan secara bersama berikut efisiensi pengaksesannya.

10.2 DEFINISI

Sebelum membahas jauh tentang sistem terdistribusi, kita akan mendefinisikan basis data terdistribusi terlebih dahulu.

10.2.1 BASIS DATA TERDISTRIBUSI

Basis data terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan, secara fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari program aplikasi sekarang maupun pada masa yang akan datang.

Sedangkan File merupakan kumpulan data yang dirancang untuk suatu aplikasi atau sekumpulan aplikasi yang dekat hubungannya.

10.2.2 DISTRIBUTED DATABASE MANAGEMENT SISTEM

(DBSM TERDISTRIBUSI)

DBSM terdistribusi adalah sistem software yang memungkinkan ditatanya suatu basis data terdistribusi dan membuat distribusi tersebut transparan bagi setiap pemakai (user).

Suatu DBMS terdiri dari sistem basis data tunggal yang terbagi ke dalam beberapa penggalan, masing-masing pengalan tersebut akan diletakkan pada suatu atau beberapa komputer di bawah pengontrolan terpisah oleh DBMS. Komputer-komputer tersebut terkoneksi dalam suatu jaringan komunikasi.

User mengakses basis data terdistribusi tersebut melalui sebuah aplikasi yang berbasis database. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak diperoleh atau diakses oleh user secara lokal (dari work-station tempat mereka bekerja), namun diakses secara global dari suatu server yang terpusat. Kita mengasumsikan bahwa DBMS terdistribisi memiliki paling tidak satu aplikasi yang global. Oleh karena itu, DBMS terdistribusi akan memiliki beberapa karakteristik berupa antara lain.

a. Kumpulan data-data logic (yang dapat digunakan secara bersama) terdistribusi pada beberapa unit komputer yang berbeda.

b. Komputer tersebut terkoneksi ke dalam suatu jaringan komunikasi.

c. Data pada masing-masing unit komputer (work-station) terkontrol oleh suatu DBMS.

d. DBMS pada masing-masing bagian dapat menangani aplikasi-aplikasi local, secara otomatis.

e. Masing-masing DBMS berpartisipasi paling tidak pada satu apliakasi global.

 

download lebih lengkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: